Kandungan Nutrisi pada Alpukat bermanfaat untuk Kesehatan dan Ibu hamil

Kandungan Nutrisi pada Alpukat
Kandungan Nutrisi pada Alpukat

Manfaat yang didapat dari Tanaman alpukat (Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth) dan bagi ibu hamil yang merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain.

Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920-1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

Alpukat menawarkan asam lemak yang sehat, vitamin dan mineral seperti kalsium. Menurunkan kolesterol sementara meningkatkan karbohidrat. Baik untuk malnutrisi dan kulit kering.

Alpukat termasuk jenis buah yang banyak digemari karena perpaduan rasa dan nutrisinya baik untuk mulut dan tubuh kita. Alpukat juga merupakan jenis buah yang dapat diolah menjadi banyak jenis sajian makanan. Untuk mengetahui lebih dalam, mari kita kupas lebih dalam manfaat alpukat dan risiko yang mungkin terjadi dari konsumsi alpukat.

Nutrisi apa saja yang terkandung di dalam alpukat?

Seorang ahli nutrisi bernama Charlotte Stirling-Reed mengatakan bahwa alpukat merupakan buah penuh nutrisi.
“Alpukat adalah sumber lemak sehat, asam lemak khusus tak jenuh tunggal dan jumlah yang lebih kecil dari asam lemak tak jenuh ganda, yang dikenal sebagai lemak yang sehat untuk jantung, karena mereka membantu untuk menurunkan kadar kolesterol darah dalam tubuh,” ujarnya.
Untuk membedah nutrisi apa saja yang terkait, seorang terapis gizi Karen Poole menjelaskan beberapa nutrisi yang terkandung sebagai berikut:
  • Vitamin B6, B5, dan B2 yang mendukung proses sintesis pada hormon, mengurangi dampak stress, dan menciptakan sistem kekebalan tubuh yang baik. Selain itu, alpukat mengandung biotin yang baik untuk pertumbuhan kuku dan rambut.
  • Vitamin C, yang penting untuk produksi kolagen, sistem kekebalan tubuh yang juga baik untuk tulang dan gigi.
  • Unsur tembaga, membantu proses penyembuhan luka dan mendukung sistem kardiovaskular.
  • Tirosin, untuk membantu pembentukan hormon tiroid.
  • Magnesium, untuk efek relaksasi dan baik untuk meredakan ketegangan otot dan menyembuhkan kelelahan.
  • Vitamin E, mengandung antioksidan yang kuat, mampu membendung tekanan gaya hidup modern.
“Jika Anda menambahkan alpukat dalam sajian makanan/minuman Anda, Anda akan mengatur pertambahan energi dan berat badan secara efisien, lalu Anda juga menambahkan serat baik dan protein dalam makanan Anda. Alpukat juga membuat rasa kenyang berlangsung lebih lama,” tambah Stirling-Reed.

Risiko gejala alergi yang mungkin ditimbulkan alpukat

Tidak banyak nutrisi buruk yang terkandung dalam alpukat. Poole mengatakan bahwa alpukat memiliki kandungan kalori yang tinggi. Dalam 100 gram alpukat Anda juga akan menemui 190 Kkal. Namun, Poole menyatakan bahwa hal tersebut tidak sebanding dengan nutrisi baik yang terkandung dalam alpukat.
Selain itu, Mayo Clinic mencatat, pada beberapa orang ternyata mengonsumsi alpukat dapat menimbulkan risiko alergi lateks. Gejala yang ditimbulkan adalah hidung tersumbat, batuk, dan edema. Jika gejala-gejala tersebut Anda alami setelah mengonsumsi alpukat, cobalah hindari sejenak mengonsumsi buah alpukat.
Manfaat alpukat bagi kesehatan
Manfaat alpukat bagi kesehatan

Manfaat alpukat bagi kesehatan

Seorang ahli gizi dari San Diego, Laura Flores menjabarkan beberapa manfaat medis dari mengonsumsi alpukat, sebagai berikut:

1. Kesehatan jantung

Manfaat alpukat bagi kesehatan jantung sudah lama diketahui. Kadar lemak tak jenuh yang tinggi pada alpukat dapat mengurangi kolesterol darah dalam tubuh Anda. Hal tersebut otomatis menjauhkan Anda dari risiko penyakit/gangguan pada jantung Anda.

2. Diabetes

Sebuah studi dari Nutrition Journal yang terbit pada 2013 mengatakan bahwa alpukat terkait dengan penurunan risiko sindrom metabolik, hal yang mengacu pada peningkatan risiko stroke, penyakit arteri, dan diabetes.

3. Mengatur gula darah

Dilansir dari Reader Digest, kadar lemak tak jenuh yang terkandung dalam alpukat dapat membantu menghentikan resistensi insulin dan mengontrol kadar gula darah.

4. Mencegah cacat lahir pada janin

Studi yang dilakukan California Avocado Comission menemukan manfaat alpukat pada janin di dalam kandungan. Para peneliti mengatakan bahwa alpukat merupakan suntikan nutrisi yang amat cocok untuk ibu yang sedang hamil. Alpukat mengandung sejumlah asam folat yang bagus untuk ibu hamil, yang dapat mencegah bayi dari cacat lahir seperti spina bifida dan neural tube defect.

5. Membantu sistem pencernaan

Studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic menyampaikan bahwa alpukat amat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan. Alpukat dapat membantu Anda buang air besar secara teratur dan berkala.

6. Baik untuk kulit

Manfaat alpukat bagi kecantikan muncul dari kandungan vitamin C dan E, yang sudah terbukti baik untuk kesehatan kulit. Tepatnya, alpukat dapat menjaga kelembapan kulit.
Kehamilan adalah waktu yang penting bagi ibu untuk makan lebih banyak zat besi, kalsium, protein, vitamin A, B dan C, folat, magnesium, selenium (diperlukan untuk kelenjar tiroid), dan zinc.
Anda dapat memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi harian Anda dengan makan alpukat. Kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, alpukat merupakan sumber yang sangat baik dari gizi seimbang di semua tahap kehidupan, apalagi selama kehamilan. Tidak ada senyawa dalam alpukat yang diketahui menyebabkan kerugian untuk kandungan. Juga tak ada pantangan khusus untuk menghindari makan alpukat selama kehamilan  kecuali Anda memiliki alergi alpukat.
Berikut adalah 5 alasan mengapa ibu hamil harus mulai makan alpukat.

Manfaat makan alpukat saat hamil

1. Alpukat kaya asam folat

Alpukat adalah buah yang unik di antara buah dan sayuran lainnya. Pasalnya, jika dibandingkan per berat buah, alpukat mengandung jumlah asam folat yang lebih tinggi daripada pisang, misalnya. Setengah buah alpukat mengandung sekitar 90 mikrogram (mcg) asam folat, sementara dua buah pisang mengandung 60 mcg asam folat.
Asam folat adalah nutrisi utama semasa kehamilan yang memproduksi dan memelihara sel-sel baru. Memenuhi kecukupan folat selama trimester pertama kehamilan sangat penting karena sistem saraf pusat bayi Anda (termasuk otak dan sumsum tulang belakang) sedang terbentuk di masa ini.
Asupan asam folat mencegah cacat saraf pada bayi. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan cacat tulang pada bayi yang belum lahir. Asam folat juga dilaporkan mampu mencegah komplikasi ibu hamil seperti depresi, lesu, anemia, insomnia, perubahan suasana hati, dan preeklampsia.

2. Alpukat sumber lemak baik

Anda perlu menambah berat badan selama kehamilan. Namun, Anda perlu melakukannya dengan cara yang sehat. Junk food hanya akan mengisi tubuh Anda dengan lemak jenuh yang hanya mengendap lama di dalam tubuh; meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.
Alpukat diperkaya dengan kalori dan lemak tak jenuh tunggal. Lemak tak jenuh tunggal adalah lemak “baik” yang membantu Anda mencukupi kebutuhan kalori yang dibutuhkan. Makan alpukat 3,5 ons saja sudah mencukupi sekitar 177 kalori.
Lemak baik ini juga membantu dalam mengembangkan struktur sel seperti membran bayi Anda. Ketika bayi Anda mulai tumbuh, jutaan sel-sel baru diciptakan yang terdiri dari membran yang terbuat dari lemak.

3. Alpukat kaya akan serat yang baik untuk kesehatan

Sembelit merupakan keluhan yang paling umum dijumpai oleh ibu hamil. Rajin makan alpukat selama kehamilan dapat mengatasi masalah ini. Alpukat mengandung tinggi serat yang mudah larut, bahan pangan utama untuk bakteri baik dalam usus guna meningkatkan kelancaran pencernaan dan memelihara kesehatan metabolisme tubuh keseluruhan.
 
Selain itu, serat dalam alpukat dapat benar-benar membantu mengurangi kemungkinan kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan yang menjadi faktor risiko diabetes gestasional (dan risiko jangka panjang diabetes pada umumnya).

4. Alpukat membantu mempercepat proses penyerapan nutrisi

Alpukat dapat menyediakan Anda dengan rekomendasi asupan harian dari protein, vitamin K, folat, vitamin C, vitamin B5, vitamin B6, dan vitamin E. Buah hijau kekuningan nan gurih ini juga mengandung magnesium, mangan, tembaga, besi, zinc, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin B3. Alpukat juga mengandung jumlah yang lebih tinggi dari beberapa senyawa non-esensial, seperti serat, lemak tak jenuh tunggal, asam lemak omega 3, dan antioksidan yang larut dalam lemak semuanya telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan ibu, hasil kelahiran dan/atau kualitas ASI.
Menariknya, semua kombinasi nutrisi berkualitas ini sebenarnya juga membantu tubuh Anda untuk dapat lebih baik menyerap nutrisi dari sumber lainnya. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa makan alpukat dapat membantu meningkatkan penyerapan karotenoid oleh tubuh, yang ditemukan dalam wortel, ubi jalar, dan sayuran hijau.

5. Alpukat meringankan kram kaki

Ibu hamil sering mengeluhkan kram kaki. Kram kaki disebabkan oleh kekurangan kalium. Makan alpukat dapat meredakan nyeri yang diakibatkan oleh kram karena kandungan kaliumnya. Selama kehamilan volume darah Anda meningkat hingga 50% yang berarti Anda akan membutuhkan sedikit lebih banyak kalium daripada biasanya. Rekomendasi asupan kalium untuk wanita hamil adalah 4.700 miligram (mg) potasium per hari. Per 100 gram buah alpukat mengandung 458 mg kalium.

Yang harus diperhatikan sebelum makan alpukat saat hamil

Ingat, sebelum mengolah alpukat ke dalam menu makan Anda, pastikan bahwa bahan pendukung lainnya tidak mengandung bahan-bahan yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan. The American Pregnancy Association juga mendesak perempuan untuk mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh sebelum dikonsumsi untuk meminimalkan resiko kontaminasi dari pestisida atau bakteri.
Selalu konsultasi dan patuhi anjuran dokter kandungan, bidan, atau ahli gizi prenatal untuk menentukan makanan sehat yang paling aman untuk kehamilan.

Post Comment